Tuhan Tidak Pernah Berjanji Memuaskan Semua Keinginan Kita

"Siapakah yang akan memberi kita makan daging?… Sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apa pun, kecuali manna ini saja yang kita lihat."
Bilangan 11 : 4-6
Banyak orang kecewa kepada Tuhan karena merasa hidupnya tidak seperti yang mereka harapkan.
“Kenapa penghasilanku segini-segini saja?”
“Kenapa aku belum punya rumah?”
“Kenapa orang lain hidupnya lebih enak?”
Tanpa sadar, kita mulai mengukur kasih Tuhan dari seberapa banyak keinginan kita dipenuhi.
Namun, benarkah Tuhan pernah menjanjikan bahwa hidup orang percaya akan selalu dipenuhi kemewahan? Mari kita baca kembali kisah bangsa Israel.
Bangsa Israel Tidak Pernah Kelaparan
Setelah keluar dari Mesir, bangsa Israel hidup di padang gurun selama empat puluh tahun.
Setiap pagi Tuhan menurunkan manna dari langit.
“Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu…” (Keluaran 16:4)
Alkitab bahkan berkata, “Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya…” (Keluaran 16:35)
Ini bukan berarti mereka tidak pernah makan makanan lain. Mereka masih memiliki ternak, dan pada waktu tertentu Tuhan juga memberikan burung puyuh.
Tetapi yang jelas, selama empat puluh tahun mereka tidak pernah ditinggalkan Tuhan.
Mereka tidak hidup dalam kelimpahan. Tetapi mereka juga tidak pernah dibiarkan kekurangan.
Ketika Hati Tidak Lagi Merasa Cukup
Lama-kelamaan bangsa Israel mulai bosan.
“Siapakah yang akan memberi kita makan daging?… Sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apa pun, kecuali manna ini saja yang kita lihat.” (Bilangan 11:4–6)
Mereka tidak sedang mati kelaparan.
Mereka hanya tidak puas dengan apa yang Tuhan sediakan. Yang mereka inginkan bukan lagi kebutuhan.
Mereka mengejar keinginan.
Mereka mulai mengingat ikan, semangka, bawang, dan makanan Mesir.
Ironisnya, mereka mengingat nikmatnya makanan, tetapi melupakan pahitnya perbudakan.
Nafsu Selalu Berkata, “Kurang.”
Bukankah kita sering seperti itu?
Tuhan sudah memberikan pekerjaan.
Tetapi kita berkata, “Seandainya gajiku lebih besar.”
Tuhan sudah memberikan kendaraan. Tetapi kita mulai iri melihat milik orang lain.
Tuhan sudah mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun hati kita terus berkata, “Masih kurang.”
Padahal yang berkata “kurang” sering kali bukan kebutuhan kita. Melainkan keinginan daging kita.
Daging tidak pernah mengenal kata cukup.
Selalu ingin lebih.
Lebih kaya.
Lebih nyaman.
Lebih terkenal.
Lebih dipuji.
Tuhan Menjanjikan Pemeliharaan
Yesus tidak pernah berkata bahwa hidup mengikut Dia akan selalu mudah. Namun Dia mengajarkan kita berdoa,
“Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.”
( Matius 6:11)
Lalu Yesus berkata, “Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.”
( Matius 6:32)
Perhatikan.
Tuhan tahu apa yang kita perlukan.
Bukan berarti Dia akan memberikan semua yang kita inginkan.
Ada perbedaan antara pemeliharaan dan pemuasan keinginan.
Manusia Hidup oleh Firman Tuhan
Ketika menjelaskan mengapa Tuhan memberikan manna, Musa berkata,
“Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.”
(Ulangan 8:3)
Artinya, tujuan manna bukan sekadar mengenyangkan perut Israel.
Tuhan sedang mengajar mereka untuk bergantung kepada-Nya setiap hari.
Sayangnya, mereka lebih sibuk memikirkan apa yang belum mereka miliki daripada mensyukuri apa yang setiap hari Tuhan berikan.
Renungkan Hari Ini
Mungkin Tuhan belum memberikan semua yang kita inginkan.
Tetapi jika hari ini kita masih bisa makan
Masih memiliki pakaian
Masih memiliki tempat untuk pulang
Masih diberi kekuatan menjalani hari
Bukankah itu berarti Tuhan masih memelihara kita?
Kisah bangsa Israel di padang gurun mengingatkan kita bahwa sesuatu yang Tuhan sediakan setiap hari pun dapat terasa biasa ketika hati mulai menginginkan lebih.
Manna tetap turun.
Pemeliharaan Tuhan tetap ada.
Namun keinginan yang terus bertambah dapat membuat kita lupa melihat bahwa apa yang kita terima hari ini pun adalah anugerah.
Karena itu, mari menjaga hati agar keinginan kita tidak lebih besar daripada rasa syukur kita.
Kiranya kita memiliki hati yang dapat berkata,
“Tuhan, ajarlah aku untuk mensyukuri pemeliharaan-Mu, sebelum aku terus menuntut lebih dari apa yang Engkau janjikan.”
Doa Penutup
Tuhan, terima kasih untuk pemeliharaan-Mu setiap hari. Ajarku untuk selalu bersyukur dan merasa cukup di dalam-Mu. Jangan biarkan keinginanku membuatku lupa akan kebaikan-Mu. Dalam nama Yesus, Amin🙏🏻
