Tuhan, Kenapa Orang Jahat Tetap Hidup Berkelimpahan

"Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat"
2 Petrus 3 : 9
Kadang kita melihat orang yang menyakiti orang lain malah hidupnya terlihat baik-baik saja.
Orang yang curang semakin berhasil.
Orang yang jahat terlihat tenang.
Sedangkan kita yang berusaha hidup benar justru sering terluka.
Lalu tanpa sadar hati mulai bertanya:
“Tuhan… kok bisa?”
“Di mana keadilan Tuhan?”
“Kenapa orang fasik seperti tidak dihukum?”
Dan ternyata pertanyaan seperti ini juga pernah muncul di zaman Maleakhi.
“Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata Tuhan… atau jika tidak, di manakah Allah yang menghukum?”
(Maleakhi 2:17)
Tetapi Tuhan menjawab:
“Aku akan mendekat kepadamu untuk menghakimi…”
(Maleakhi 3:5)
Artinya:
Tuhan bukan tidak melihat.
Penghakiman Tuhan tetap ada.
Hanya saja… sering kali Tuhan bekerja menurut waktu-Nya, bukan waktu kita. Karena Tuhan juga panjang sabar kepada manusia.
“Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”
(2 Petrus 3:9)
Kadang kita mengira Tuhan diam.
Padahal Tuhan sedang memberi kesempatan manusia untuk bertobat.
Tetapi kesabaran Tuhan bukan berarti Tuhan tidak adil.
Karena pada akhirnya Tuhan berkata:
“Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.”
(Roma 12:19)
Mungkin hari ini kita belum melihat keadilan itu.
Mungkin hari ini luka kita masih terasa.
Tetapi iman berarti percaya!
Tidak ada air mata yang luput dari pandangan Tuhan.
Dan tidak ada kejahatan yang akan selamanya lolos dari penghakiman-Nya.
Doa Penutup
Tuhan, saat aku tidak mengerti apa yang kulihat, ajarku untuk tetap percaya kepada-Mu. Tolong jaga hatiku dari kepahitan dan ingatkanku bahwa Engkau melihat segala sesuatu. Ajarku menantikan waktu-Mu dan tetap percaya pada keadilan-Mu. Dalam nama Yesus, Amin🙏🏻
