Ruang Sela Logo
Ruang SelaDaily Devotion
hikmat31 Mei 20262 menit baca 32

Tidak Semua Candaan Membuat Orang Tertawa

Tidak Semua Candaan Membuat Orang Tertawa

"Seperti orang gila menembakkan panah api, panah dan maut, demikianlah orang yang memperdaya sesamanya dan berkata: “Aku hanya bersenda gurau”"

Amsal 26:18-19

Bullying tidak selalu berbentuk pukulan.

Kadang berbentuk ejekan.
Sindiran.
Sarkasme.
Mempermalukan orang lain di depan banyak orang.

Dan sering kali semuanya dibungkus dengan satu kalimat:

“Cuma bercanda kok.”

Masalahnya, tidak semua orang menerima itu sebagai candaan.

Ada perkataan yang mungkin terdengar biasa bagi orang yang mengucapkannya, tetapi sangat membekas bagi orang yang mendengarnya.

Ada komentar yang hanya berlangsung beberapa detik, tetapi tetap diingat bertahun-tahun kemudian.

Karena perkataan memiliki kuasa.

Perkataan dapat membangun seseorang.

Tetapi perkataan juga dapat melukai.

Bahkan Alkitab sudah menegur hal seperti ini sejak lama:

“Seperti orang gila menembakkan panah api, panah dan maut, demikianlah orang yang memperdaya sesamanya dan berkata: Aku hanya bersenda gurau.”
(Amsal 26:18-19)

Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak menganggap semua candaan sebagai sesuatu yang sepele.

Ada candaan yang meninggalkan luka.

Ada perkataan yang meruntuhkan harga diri seseorang.

Ada sindiran yang terus terngiang di dalam hati bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.

Mungkin karena itulah Paulus menulis:

“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun.”
(Efesus 4:29)

Tuhan tidak hanya peduli pada tindakan kita.

Tuhan juga peduli pada perkataan kita.

Apakah kata-kata kita membangun atau menjatuhkan?

Apakah perkataan kita menguatkan atau melukai?

Karena terkadang seseorang bisa tersenyum di depan kita, tetapi pulang membawa luka yang kita tinggalkan melalui mulut kita.

Dan Yesus memberikan peringatan yang tidak ringan:

“Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.”
(Matius 12:36)

Mungkin hari ini kita tidak sedang memukul seseorang.

Tetapi apakah perkataan kita sedang membangun, atau justru melukai?

Apa yang kita lupakan setelah tertawa bisa menjadi luka yang diingat seseorang selama bertahun-tahun.

Karena itu, marilah kita belajar menjaga perkataan kita.

Biarlah kata-kata yang keluar dari mulut kita menjadi berkat, bukan beban.

Menjadi penghiburan, bukan luka.

Menjadi alat yang dipakai Tuhan untuk membangun, bukan meruntuhkan.

Doa Penutup

Tuhan, ampuni kami jika selama ini kami pernah melukai orang lain melalui perkataan kami. Ajarlah kami untuk menjaga mulut dan hati kami, supaya setiap kata yang kami ucapkan dapat membangun, menguatkan, dan membawa kasih-Mu. Dan bagi mereka yang masih membawa luka karena perkataan orang lain, hiburlah dan pulihkanlah hati mereka. Di dalam nama Yesus kami berdoa, Amin🙏🏻

Bagikan:WhatsApp

Terima devotion via email

Dapatkan renungan harian langsung di inbox kamu setiap paginya.

Daftar Sekarang