Saat Tuhan Meminta Hal yang Paling Penting dalam Hidupmu

"Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak"
Kejadian 22 : 2
Jika hari ini Tuhan datang kepadamu dan berkata
“Berikan kepada-Ku hal yang paling penting dalam hidupmu.”
Apa yang akan kamu jawab?
Mungkin sebagian dari kita langsung menjawab
“Tuhan, semuanya milik-Mu.”
Namun jika kita jujur, ada hal-hal tertentu yang kita genggam lebih erat daripada yang lain. Bisa berupa seseorang yang kita kasihi. Sebuah impian yang sudah lama diperjuangkan. Sebuah harapan yang membuat kita tetap bertahan. Atau sesuatu yang menjadi penghiburan di tengah musim penantian yang panjang.
Lalu bagaimana jika Tuhan meminta hal itu?
Masihkah kita berkata, “Jadilah kehendak-Mu?”
Inilah pertanyaan yang pernah dihadapi Abraham.
Setelah puluhan tahun menunggu janji Tuhan, akhirnya Ishak lahir.
Ishak bukan sekadar seorang anak.
Ishak adalah penggenapan janji.
Ishak adalah harapan.
Ishak adalah sesuatu yang paling berharga bagi Abraham.
Namun suatu hari Tuhan berkata, “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak…” (Kejadian 22:2)
Perintah itu terdengar tidak masuk akal.
Mengapa Tuhan meminta kembali apa yang sebelumnya Ia berikan?
Namun melalui peristiwa itu, Tuhan sedang menyingkapkan sesuatu, apakah Abraham lebih mengasihi Sang Pemberi janji, atau janji yang diberikan-Nya?
Sering kali kita berkata bahwa Tuhan adalah yang terutama dalam hidup kita. Tetapi baru ketika sesuatu yang paling kita kasihi disentuh, kita mengetahui siapa yang benar-benar duduk di takhta hati kita.
Tuhan tidak selalu meminta kita kehilangan hal tersebut.
Dalam kisah Abraham, Ishak akhirnya dikembalikan.
Namun sebelum Tuhan mengembalikan Ishak, Abraham harus terlebih dahulu melepaskannya di dalam hati.
Karena Tuhan tidak menginginkan Ishak.
Tuhan menginginkan hati Abraham.
Dan mungkin hari ini pertanyaan yang sama sedang diajukan kepada kita,
Jika Tuhan meminta hal yang paling penting dalam hidupmu, apa jawabanmu?
Doa Penutup
Tuhan Yesus, jika ada sesuatu yang kami kasihi lebih daripada Engkau, tolong tunjukkan kepada kami. Ajar kami untuk lebih mengasihi Sang Pemberi daripada pemberian-Mu, dan mampukan kami untuk percaya kepada kehendak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Amin🙏🏻
