Ruang Sela Logo
Ruang SelaDaily Devotion
pertumbuhan-rohani • teguran28 Juni 20262 menit baca 8

Saat Firman Tuhan Menegur, Apa Responsmu?

Saat Firman Tuhan Menegur, Apa Responsmu?

"Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?"

Yohanes 6 : 61

“Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: ‘Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?’”

(Yohanes 6:60)

Tidak semua firman Tuhan nyaman untuk didengar.

Ada firman yang menghibur.

Ada firman yang menguatkan.

Ada firman yang memberi pengharapan.

Tetapi ada juga firman yang menegur, mengoreksi, dan menyingkapkan kondisi hati kita.

Dalam Yohanes 6, banyak murid Yesus mulai bersungut-sungut ketika mendengar perkataan-Nya. Mereka berkata, “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”

Yesus mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka.

Lalu Ia berkata:

“Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?”

(Yohanes 6:61)

Pertanyaan yang sama juga relevan bagi kita hari ini.

Bagaimana respons kita ketika firman Tuhan menegur?

Bagaimana respons kita ketika Tuhan menunjukkan area hidup yang masih perlu diubah?

Kita sering senang mendengar firman tentang kasih Tuhan.

Tentang berkat.

Tentang pertolongan.

Tentang pemulihan.

Tetapi ketika firman Tuhan mulai berbicara tentang dosa, ketaatan, kekudusan, atau penyangkalan diri, hati kita sering kali merasa tidak nyaman. Bukan karena firman Tuhan terlalu keras. Tetapi karena firman itu menyingkapkan kondisi hati kita.

Kita tahu apa yang Tuhan ingin kita lakukan.

Kita tahu apa yang Roh Kudus tegur.

Kita tahu kebiasaan mana yang harus dihentikan.

Kita tahu dosa mana yang harus dilawan.

Namun sering kali kita tetap memilih jalan yang lebih mudah.

Jalan yang memberi kepuasan sesaat.

Jalan yang menyenangkan keinginan daging.

Padahal Yesus berkata, “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.”

(Yohanes 6:63)

Keinginan daging mungkin memberi kesenangan untuk sementara. Tetapi tidak pernah memberi kehidupan yang sejati. Karena itu, ketika firman Tuhan menegur kita, jangan buru-buru menolaknya.

Jangan menganggap teguran Tuhan sebagai sesuatu yang buruk. Justru teguran adalah salah satu bukti bahwa Tuhan masih bekerja dalam hidup kita.

Dia masih membentuk kita.

Dia masih menguduskan kita.

Dia masih mengarahkan kita kepada jalan yang benar.

Mengikut Kristus bukan hanya tentang menerima berkat, pertolongan, dan kesembuhan.

Mengikut Kristus juga berarti menyangkal diri dan memikul salib.

Tuhan Yesus sendiri tidak memilih jalan yang nyaman. Ia tetap taat meskipun harus menghadapi penolakan, penderitaan, bahkan salib.

Puji Tuhan, Dia panjang sabar. Ketika kita jatuh, Dia tidak membuang kita.

Dia terus memanggil, menegur, dan mengundang kita untuk kembali.

Hari ini, jika firman Tuhan sedang menegur hatimu, jangan keraskan hati.

Sebab perkataan-Nya adalah roh dan hidup.

Teguran-Nya bukan untuk menghancurkanmu, melainkan untuk membentukmu semakin serupa dengan Kristus.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu yang mengajar, menegur, dan membentuk kami. Ampuni kami jika sering menolak teguran-Mu karena lebih memilih jalan yang nyaman. Lembutkan hati kami agar mau mendengar suara-Mu, taat pada kehendak-Mu, dan terus bertumbuh semakin serupa dengan Kristus. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, Amin🙏🏻

Bagikan:WhatsApp

Terima devotion via email

Dapatkan renungan harian langsung di inbox kamu setiap paginya.

Daftar Sekarang