Perasaanmu Valid, Tapi Tidak Selalu Benar

"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan"
Amsal 4 : 23
Semua perasaan itu valid.
Tuhan menciptakan emosi, jadi bukan berarti kita berdosa karena merasakannya. Menangis tidak membuatmu lemah. Takut tidak membuatmu kurang beriman. Kecewa tidak membuatmu menjadi orang jahat.
Tetapi ada satu hal yang perlu diingat:
Tidak semua yang kita rasakan selalu benar.
Karena perasaan yang dibiarkan tumbuh tanpa dijaga dapat perlahan berubah menjadi penyakit hati.
Rasa kecewa dapat berubah menjadi kepahitan.
Rasa marah dapat berubah menjadi kebencian.
Rasa takut dapat berubah menjadi kecemasan yang mulai menguasai hidup.
Dan rasa kosong dapat membuat kita mencari pelarian di tempat yang salah.
Yesus berkata:
“Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.”
— Matius 15:19
Bukan berarti perasaan itu jahat.
Tetapi hati yang tidak dijaga dapat membawa kita ke arah yang salah.
Karena itu Tuhan tidak berkata: “Ikuti saja semua isi hatimu.”
Tuhan berkata:
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”
— Amsal 4:23
Lalu bagaimana menjaga hati?
Datang kepada Tuhan.
Jujur dalam doa.
Ceritakan semua yang kamu rasakan kepada-Nya.
Dan jangan hanya bertanya:
“Apa yang aku rasakan?”
Tetapi juga:
“Apa yang Tuhan katakan?”
Validasi perasaanmu dengan firman Tuhan. Karena tidak semua yang kamu rasakan perlu diikuti.
Tetapi semua yang kamu rasakan bisa dibawa kepada Tuhan. 🤍
Doa Penutup
Tuhan, Engkau tahu semua yang ada di hatiku, rasa sedih, marah, kecewa, dan takut yang sedang kurasakan. Tolong jaga hatiku agar tidak dikuasai oleh perasaanku, tetapi tuntun aku melihat hidup melalui Firman-Mu. Ajar aku membawa semuanya kepada-Mu, karena hanya di dalam-Mu ada damai yang sejati. Dalam nama Yesus, Amin🙏🏻
