Ruang Sela Logo
Ruang SelaDaily Devotion
iman • pengharapan6 Juli 20263 menit baca 68

Mengapa Tuhan Mengizinkan Proses yang Sulit?

Mengapa Tuhan Mengizinkan Proses yang Sulit?

"Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu"

Ulangan 8 : 2

“Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu…”
(Ulangan 8:2)

Ketika menghadapi masa yang sulit, kita sering bertanya:

“Tuhan, mengapa harus seperti ini?”

Mengapa doa terasa belum dijawab? Mengapa jalan yang kita tempuh terasa panjang? Mengapa Tuhan mengizinkan pergumulan yang seolah tidak kunjung selesai?

Melalui Ulangan 8, kita melihat bahwa salah satu tujuan Tuhan mengizinkan proses bukanlah untuk menghancurkan umat-Nya, melainkan untuk membentuk mereka.

Sebelum bangsa Israel masuk ke negeri yang berlimpah susu dan madu, Tuhan terlebih dahulu membawa mereka melewati padang gurun selama empat puluh tahun.

Alkitab berkata bahwa Tuhan melakukan itu untuk “merendahkan hati” mereka dan menguji mereka.

Namun kita perlu memahami bahwa ini berbeda dengan pencobaan yang dibahas dalam Yakobus 1. Yakobus menjelaskan bahwa Allah tidak mencobai seseorang untuk berbuat dosa. Tuhan tidak menggoda manusia untuk jatuh.

Sebaliknya, dalam Ulangan 8, Tuhan sedang menguji dan menyingkapkan isi hati umat-Nya.

Bukan karena Tuhan tidak mengetahui isi hati mereka.

Tuhan sudah tahu.

Tetapi sering kali kitalah yang belum menyadari apa yang sebenarnya ada di dalam hati kita. Saat keadaan baik, kita mungkin merasa iman kita kuat.

Tetapi ketika menghadapi kekurangan, penolakan, penundaan, atau kesulitan, barulah terlihat apakah kita tetap percaya kepada Tuhan atau mulai bersungut-sungut.

Proses sering kali menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dalam hati kita: kesombongan, ketakutan, kekecewaan, keinginan untuk mengendalikan segala sesuatu, atau kecenderungan untuk mengandalkan kekuatan sendiri.

Dan justru di situlah Tuhan bekerja. Yang menarik, tujuan Tuhan bukan hanya untuk membawa Israel keluar dari Mesir. Tujuan-Nya juga adalah mempersiapkan hati mereka sebelum menerima berkat yang lebih besar.

Karena Tuhan tahu bahwa berkat tanpa kerendahan hati dapat membuat manusia melupakan Dia.

Itulah sebabnya Tuhan memberi peringatan, “Jangan sampai engkau berkata dalam hatimu: Kekuatanku dan kuasa tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.”
(Ulangan 8:17)

Bukankah ini juga pergumulan manusia sampai hari ini?

Ketika berhasil, kita mudah berkata, “Aku bekerja keras untuk ini.”

Ketika berhasil, kita mudah melihat usaha kita sendiri.

Namun sering kali kita lupa bahwa kesehatan, kesempatan, hikmat, kekuatan, bahkan napas yang kita miliki setiap hari adalah pemberian Tuhan.

Karena itu, kadang Tuhan mengizinkan proses yang panjang agar kita belajar satu hal yang penting:

Bahwa kita membutuhkan Dia.

Bahwa tanpa Tuhan, kita tidak dapat melakukan apa pun.

Bahwa semua yang kita miliki pada akhirnya berasal dari tangan-Nya.

Mungkin hari ini kamu sedang berada dalam “padang gurun”mu sendiri.

Mungkin ada doa yang belum terjawab, pergumulan yang belum selesai, atau jalan yang terasa begitu panjang.

Jangan langsung menganggap Tuhan meninggalkanmu.

Mungkin Dia sedang melakukan sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar mengubah keadaanmu.

Mungkin Dia sedang membentuk hatimu.

Karena terkadang tujuan terbesar Tuhan bukan hanya membawa kita ke tempat yang baru, tetapi menjadikan kita pribadi yang baru ketika sampai di sana.

Doa Penutup

Tuhan, terima kasih untuk setiap proses yang Engkau izinkan dalam hidup kami. Walaupun sering kali kami tidak mengerti jalan-Mu, ajar kami untuk tetap percaya kepada-Mu. Bentuklah hati kami agar semakin rendah hati, semakin bergantung kepada-Mu, dan tidak melupakan bahwa semua yang kami miliki berasal dari-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin🙏🏻

Bagikan:WhatsApp

Terima devotion via email

Dapatkan renungan harian langsung di inbox kamu setiap paginya.

Daftar Sekarang