Ruang Sela Logo
Ruang SelaDaily Devotion
ketenangan • pengharapan • godaan16 Mei 20262 menit baca 45

Mengapa Kita Selalu Kembali Ke Hal Yang Menyakiti Kita?

Mengapa Kita Selalu Kembali Ke Hal Yang Menyakiti Kita?

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."

Matius 11:28

Bagaimana cara berhenti dari kecanduan?

Sering kali kecanduan muncul bukan karena seseorang ingin menghancurkan hidupnya.

Tetapi karena ada luka, stress, trauma, atau rasa lelah yang terus dipendam sendirian.

Lalu akhirnya mencari pelarian.

Ada yang lari ke rokok, alkohol, seks, judi, atau hal-hal yang bisa membuat pikiran terasa tenang untuk sementara.

Dan memang…

semua itu bisa memberi rasa nyaman sesaat…

Untuk beberapa saat, pikiran terasa lebih tenang. Masalah terasa menghilang.

Tetapi setelah semuanya selesai, rasa kosong itu datang lagi.

Stress itu muncul kembali. Bahkan sering lebih besar. Muncul Anxiety, Overthinking. Dan akhirnya mulai bertanya:

“Apa yang sebenarnya bisa memberi damai?”

Dunia akan terus menawarkan pelarian. Tetapi Tuhan menawarkan kelegaan.

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

(Matius 11:28)

Cara untuk mulai lepas dari kecanduan, bukan hanya dengan menahan diri. Tetapi dengan menyadari bahwa hati manusia tidak bisa disembuhkan oleh hal-hal sementara.

Yang dicari jiwa manusia sebenarnya bukan dopamine, Tetapi damai.

Itulah sebabnya Yesus berkata:

“Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

(Matius 6:33)

Mulailah datang kepada Tuhan.

Berdoa dengan jujur.

Ceritakan semuanya kepada-Nya.

Tidak perlu terlihat sempurna di hadapan Tuhan.

Karena Tuhan tidak menjauh dari orang yang sedang hancur. Dia justru mendekat.

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”

(1 Petrus 5:7)

Dan perlahan, mulailah memenuhi hati dengan firman Tuhan. Karena banyak hal di dunia ini terlihat bisa mengisi kekosongan, tetapi pada akhirnya tetap meninggalkan kehampaan. Raja Salomo yang pernah memiliki hampir segalanya pun berkata:

“Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.”

(Pengkhotbah 1:2)

Tidak semua kecanduan hilang dalam satu malam. Tetapi pemulihan dimulai saat seseorang berhenti mencari damai di dunia dan mulai kembali mencari Tuhan.

Karena ada damai yang dunia ini tidak bisa beri.

Ayat Penutup untuk saudaraku :

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.”

(Yohanes 14:27)

Doa Penutup

Tuhan Yesus, aku datang kepada-Mu apa adanya. Engkau tahu luka yang kusimpan, rasa lelah yang kupendam, dan hal-hal yang selama ini menjadi pelarianku. Ampuni aku jika selama ini aku mencari damai di tempat yang salah. Ajarku untuk kembali mencari-Mu, karena hanya Engkau yang dapat mengisi kekosongan di dalam hati. Saat aku lemah, kuatkan aku. Saat aku jatuh, angkat aku. Saat pikiranku penuh dengan ketakutan dan kekhawatiran, ingatkan aku bahwa aku tidak berjalan sendirian. Penuhi hatiku dengan damai-Mu, karena damai yang dari-Mu jauh lebih besar daripada apa pun yang ditawarkan dunia. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin🙏🏻

Bagikan:WhatsApp

Terima devotion via email

Dapatkan renungan harian langsung di inbox kamu setiap paginya.

Daftar Sekarang