Ruang Sela Logo
Ruang SelaDaily Devotion
iman • pengharapan19 Mei 20262 menit baca 41

Makna Berkat dari Ayub dan Salomo

Makna Berkat dari Ayub dan Salomo

"Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang"

Pengkhotbah 12:13

“Apakah berkat selalu berarti kaya, sehat, dan hidup tanpa masalah?”

Sering kali dunia melihat berkat dari apa yang terlihat:

Harta yang melimpah,

Tubuh yang sehat,

Hidup yang nyaman,

atau hidup yang tampak sempurna.

Dan tidak sepenuhnya salah, karena semua itu juga bisa menjadi berkat dari Tuhan. Tetapi Alkitab menunjukkan bahwa berkat tidak sesederhana itu.

Lihat kisah dalam Kitab Ayub.

Saat Ayub kehilangan harta, kesehatan, dan hampir semuanya, temannya berkata:

“Siapakah yang binasa dengan tidak bersalah?”

(Ayub 4:7)

Mereka menganggap Ayub pasti telah melakukan dosa dan kehilangan berkat Tuhan.

Padahal sebelum semua pencobaan itu terjadi, Tuhan sendiri berkata:

“Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”

(Ayub 1:8)

Ayub tidak mengalami pencobaan karena ia tidak saleh.

Sebaliknya, lihat raja Salomo.

Di mata dunia, mungkin Salomo adalah gambaran hidup yang didambakan banyak orang:

kekayaan, kehormatan, hikmat, dan hampir semua kenikmatan dunia dimilikinya.

Tetapi setelah merasakan semuanya, ia berkata:

“Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.”

(Pengkhotbah 1:2)

Dan pada akhirnya, Salomo sampai pada kesimpulan:

“Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.”

(Pengkhotbah 12:13)

Ayub kehilangan hampir semuanya, tetapi tetap memiliki Tuhan. Salomo memiliki hampir semuanya, tetapi menyadari bahwa tanpa Tuhan semua itu kosong.

Mungkin berkat terbesar bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki. Tetapi tentang memiliki Tuhan di dalam hidup kita. 🤍

Doa Penutup

Tuhan, sering kali aku terlalu fokus pada berkat yang terlihat oleh mata. Aku mengejar jawaban, keberhasilan, dan hal-hal yang dunia anggap berharga, sampai kadang aku lupa bahwa Engkau adalah berkat terbesar dalam hidupku. Ajarku memiliki hati seperti Ayub yang tetap setia di tengah kehilangan, dan hikmat seperti Salomo yang menyadari bahwa segala sesuatu di dunia ini pada akhirnya sia-sia tanpa Engkau. Tolong aku agar tidak hanya mencari tangan-Mu, tetapi juga mencari hati-Mu. Biarlah imanku tetap berdiri, bukan karena keadaan baik, tetapi karena aku percaya kepada-Mu. Dalam nama Yesus, Amin🙏🏻

Bagikan:WhatsApp

Terima devotion via email

Dapatkan renungan harian langsung di inbox kamu setiap paginya.

Daftar Sekarang