Ruang Sela Logo
Ruang SelaDaily Devotion
iman • godaan23 Agustus 20265 menit baca 74

Ketika Keinginan Kita Menjadi Celah bagi Si Jahat

Ketika Keinginan Kita Menjadi Celah bagi Si Jahat

"Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging."

Galatia 5 : 16

Ketika berbicara tentang godaan untuk berbuat dosa, kita sering kali langsung berpikir, “Ini pasti serangan si jahat.”

Memang benar, Alkitab memperingatkan kita,

“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”

(1 Petrus 5:8)

Si jahat itu nyata. Kita memang harus berjaga-jaga terhadap tipu dayanya.

Tetapi Alkitab juga menunjukkan bahwa tidak setiap godaan untuk berbuat dosa dapat kita salahkan kepada Iblis. Sebab ada peperangan lain yang berlangsung jauh lebih dekat di dalam diri kita sendiri.

Kita Tahu Itu Salah, Tetapi Tetap Menginginkannya

Paulus menggambarkan pergumulan ini dengan sangat jujur,

“Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.”

(Roma 7:19)

Kita mungkin tahu mana yang benar.

Kita tahu harus mengampuni, tetapi masih ingin menyimpan kepahitan.

Kita tahu sesuatu seharusnya tidak kita lihat, tetapi tetap ingin melihatnya.

Kita tahu harus berkata jujur, tetapi kebohongan terkadang terasa lebih menguntungkan.

Masalahnya bukan selalu karena kita tidak mengetahui kebenaran.

Kita bisa mengetahui yang benar, tetapi tetap merasakan keinginan untuk melakukan yang salah.

Paulus menyebut adanya peperangan di dalam dirinya,

“Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku…”

(Roma 7:22–23)

Daging Melawan Roh

Galatia 5:17 berkata,

“Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging”

Ada peperangan di dalam diri manusia.

Keinginan daging menarik kita menuju apa yang kita inginkan, sementara Roh memimpin kita untuk hidup menurut kehendak Tuhan.

Karena itu, musuh yang harus kita waspadai bukan hanya sesuatu yang datang dari luar.

Ada juga keinginan dalam diri kita yang harus ditundukkan kepada Tuhan.

Tidak Semua Godaan Bisa Kita Salahkan kepada Iblis

Yakobus berkata,

“Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.”

(Yakobus 1:14)

Perhatikan kalimatnya, “oleh keinginannya sendiri.”

Yakobus menunjukkan bahwa seseorang dapat tertarik kepada dosa karena keinginan yang ada dalam dirinya sendiri.

Kemudian ia menjelaskan prosesnya,

“Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.”

( Yakobus 1:15 )

Jadi ketika kita tergoda melakukan sesuatu yang kita tahu salah, jangan selalu buru-buru mencari penyebabnya di luar diri kita.

Terkadang kita perlu berani mengakui,

“Aku tergoda karena memang ada bagian dalam diriku yang menginginkannya.”

Pengakuan seperti ini bukan untuk membuat kita hidup dalam rasa bersalah, tetapi supaya kita tahu apa yang harus kita bawa kepada Tuhan dan lawan.

Tetapi Godaan Juga Bisa Datang dari Luar

Di sisi lain, Alkitab juga tidak mengajarkan bahwa semua godaan hanya berasal dari keinginan manusia.

Si jahat juga dapat menggoda dan menipu.

Kita melihatnya sejak Kejadian 3.

Ular datang kepada Hawa dan mulai mempertanyakan Firman Tuhan,

“Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”

( Kejadian 3:1)

Kemudian ia menyangkal apa yang Tuhan katakan,

“Sekali-kali kamu tidak akan mati…”

(Kejadian 3:4)

Barulah setelah itu dicatat, “Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian…”

( Kejadian 3:6)

Urutan ini penting.

Dalam kisah Hawa, ular datang terlebih dahulu dan memutarbalikkan Firman Tuhan.

Jadi kita tidak perlu mengatakan bahwa si jahat selalu membutuhkan keinginan yang sudah lebih dahulu ada dalam hati manusia.

Alkitab menunjukkan bahwa godaan dapat datang dengan pola yang berbeda.

Yakobus memperingatkan tentang keinginan kita sendiri dari dalam.

Kejadian menunjukkan tipu daya si jahat dari luar.

Dan keduanya perlu kita waspadai.

Waspadai Keduanya

Karena itu peperangan rohani bukan hanya tentang mencari

“Apa yang sedang Iblis lakukan?”

Kita juga perlu bertanya

“Apa yang sedang diinginkan hatiku?”

Ada keinginan daging dari dalam.

Ada tipu daya si jahat dari luar.

Keduanya dapat membawa kita menjauh dari Tuhan.

Namun siapa pun atau apa pun yang menjadi sumber godaan, kita tetap bertanggung jawab atas bagaimana kita meresponsnya.

Kita tidak bisa menggunakan keberadaan si jahat sebagai alasan untuk membenarkan dosa.

Dan kita juga tidak boleh meremehkan keinginan dalam hati yang terus kita pelihara.

Lalu bagaimana kita melawannya?

Yakobus berkata, “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!”

( Yakobus 4:7)

Perhatikan urutannya.

Tunduk kepada Allah.
Lalu lawan Iblis.

Peperangan rohani tidak dimulai dengan merasa bahwa kita cukup kuat untuk melawan semuanya sendiri.

Kita terlebih dahulu tunduk kepada Tuhan.

Ketika keinginan kita bertentangan dengan Firman-Nya, kita memilih kehendak-Nya.

Ketika si jahat memutarbalikkan kebenaran, kita kembali kepada Firman.

Ketika hati ingin membenarkan dosa, kita membawanya kembali kepada ketaatan.

Hiduplah oleh Roh

Paulus tidak berhenti pada kenyataan bahwa ada peperangan di dalam dirinya.

Setelah menggambarkan pergumulannya dalam Roma 7, ia berseru,

“Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?”

( Roma 7:24)

Jawabannya bukan:

“Aku harus menjadi lebih kuat.”

Paulus melanjutkan:

“Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”

(Roma 7:25)

Dan Galatia memberikan prinsip yang sama,

“Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.”

( Galatia 5:16)

Kemenangan terhadap dosa bukan sekadar tentang memiliki willpower yang lebih besar.

Kita membutuhkan Kristus.

Kita membutuhkan pimpinan Roh Kudus.

Kita belajar menyerahkan keinginan kita kepada Tuhan, memenuhi pikiran dengan Firman-Nya, dan memilih ketaatan ketika daging menginginkan sebaliknya.

Jaga Hatimu

Jangan hanya berjaga terhadap serangan dari luar.

Periksa juga apa yang sedang tumbuh di dalam hatimu.

Apakah ada keinginan yang terus kamu pelihara meskipun kamu tahu itu bertentangan dengan kehendak Tuhan?

Apakah ada kebohongan yang mulai kamu percayai karena membuat dosa terlihat lebih dapat diterima?

Kita dipanggil untuk berjaga terhadap keduanya

keinginan daging dari dalam
dan tipu daya si jahat dari luar.

Tunduklah kepada Allah.

Lawanlah si jahat.

Dan hiduplah oleh Roh.

Doa Penutup

Tuhan, jagalah hatiku. Tolong aku mengenali keinginan yang menjauhkanku dari-Mu dan tipu daya si jahat. Ajarku untuk tunduk kepada-Mu, melawan dosa, dan hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Dalam nama Yesus, Amin🙏🏻

Bagikan:WhatsApp

Terima devotion via email

Dapatkan renungan harian langsung di inbox kamu setiap paginya.

Daftar Sekarang