Ruang Sela Logo
Ruang SelaDaily Devotion
iman • pertobatan • teguran4 Juni 20264 menit baca 29

Kesabaran Tuhan Bukan Izin untuk Berdosa

Kesabaran Tuhan Bukan Izin untuk Berdosa

"Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?"

Roma 2 : 4

Yakobus menggambarkan dosa sebagai sebuah proses.

“Apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.”

(Yakobus 1:15)

Dimulai dari keinginan.

Keinginan yang terus dipelihara melahirkan dosa.

Dan dosa yang terus dibiarkan bertumbuh akhirnya menjadi matang.

Sering kali manusia tidak terlalu khawatir ketika dosa masih terlihat kecil.

Sedikit iri hati.

Sedikit kesombongan.

Sedikit kepahitan.

Sedikit hawa nafsu.

Sedikit kebencian.

Lalu muncul berbagai pembenaran:

“Ini hanya dosa kecil.”

“Ini tidak seburuk dosa orang lain.”

“Yang penting tidak merugikan siapa-siapa.”

Padahal Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa ada dosa yang boleh dianggap remeh.

Memang ada dosa yang dampaknya terlihat lebih besar daripada yang lain. Namun di hadapan Allah, dosa tetaplah dosa.

Kesombongan, iri hati, kebencian, dusta, percabulan, dan pembunuhan sama-sama lahir dari hati manusia yang telah jatuh dalam dosa.

Karena itu masalahnya bukan seberapa besar dosa itu menurut manusia.

Masalahnya adalah apakah dosa itu sedang dipelihara atau diserahkan kepada Tuhan.

Dosa yang kecil sekalipun tidak pernah dimaksudkan untuk tinggal kecil.

Dosa selalu ingin bertumbuh.

Karena itu Yakobus tidak berkata bahwa dosa langsung melahirkan maut.

Ada proses menuju ke sana.

Ada waktu ketika dosa dipelihara.

Ada waktu ketika hati menjadi semakin keras.

Ada waktu ketika teguran Tuhan mulai diabaikan.

Lalu Yakobus berkata bahwa dosa yang matang akan melahirkan maut.

Maut yang dimaksud bukan sekadar kematian fisik.

Sebab setiap manusia pada akhirnya akan mengalami kematian fisik, baik orang percaya maupun tidak.

Karena itu Yakobus sedang berbicara tentang sesuatu yang lebih dalam daripada kematian tubuh.

Alkitab mengajarkan bahwa upah dosa adalah maut.

Yaitu keterpisahan dari Allah dan kebinasaan kekal bagi mereka yang menolak pertobatan.

Inilah alasan Yesus datang ke dunia.

Bukan terutama untuk menyelamatkan manusia dari kematian fisik.

Melainkan untuk menyelamatkan manusia dari hukuman dosa dan memberikan hidup yang kekal.

Karena itu ketika Yakobus berkata bahwa dosa yang matang melahirkan maut, ia sedang memperingatkan tujuan akhir dari dosa yang terus dipelihara.

Dosa tidak pernah puas berhenti pada satu kebohongan.

Satu kepahitan.

Satu hawa nafsu.

Satu kesombongan.

Dosa selalu ingin membawa manusia semakin jauh dari Allah.

Dan jika seseorang terus-menerus mengeraskan hati, menolak teguran Tuhan, dan hidup tanpa pertobatan, jalan itu pada akhirnya berujung pada kebinasaan kekal.

Bukan kehidupan kekal bersama Tuhan.

Bukan sukacita di hadapan-Nya.

Melainkan penghukuman dan keterpisahan kekal dari Allah.

Inilah sebabnya dosa tidak boleh dianggap ringan.

Karena tujuan akhir dosa selalu sama:

maut.

Namun di tengah semua itu, Tuhan tetap panjang sabar.

Dia menegur.

Dia mengingatkan.

Dia memanggil manusia untuk kembali kepada-Nya.

Betapa sering Tuhan mengampuni.

Ketika Petrus bertanya berapa kali ia harus mengampuni saudaranya, Yesus menjawab:

“Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

(Matius 18:22)

Bukan berarti tepat 490 kali.

Yesus sedang menunjukkan betapa besar pengampunan yang harus dimiliki oleh orang percaya.

Dan jika manusia yang berdosa saja dipanggil untuk mengampuni berkali-kali, terlebih lagi Tuhan yang penuh kasih dan panjang sabar.

Betapa sering Tuhan memberi kesempatan lagi.

Betapa sering Tuhan menunggu orang berdosa untuk pulang.

Namun kesabaran Tuhan tidak boleh disalahartikan.

Paulus menulis:

“Atau maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?”

(Roma 2:4)

Dengan kata lain, setiap hari tambahan yang Tuhan berikan bukanlah izin untuk terus hidup dalam dosa.

Sebaliknya, itu adalah bukti kemurahan-Nya yang masih memanggil manusia untuk kembali kepada-Nya.

Tetapi Paulus juga memberikan peringatan:

“Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri…”

(Roma 2:5)

Karena itu jangan salah mengerti kesabaran Tuhan.

Kesabaran Tuhan bukanlah tanda bahwa Tuhan menyetujui dosa.

Kesabaran Tuhan bukanlah bukti bahwa Tuhan tidak peduli.

Kesabaran Tuhan adalah kesempatan untuk bertobat.

Tidak ada seorang pun yang tahu kapan hidupnya berakhir.

Tidak ada yang tahu kapan kesempatan untuk bertobat habis.

Tidak ada yang tahu kapan dosa yang terus dipelihara mencapai akhirnya.

Itulah sebabnya Alkitab terus berseru:

“Bertobatlah.”

Bukan karena Tuhan ingin menakut-nakuti manusia.

Tetapi karena Tuhan mengasihi manusia.

Dia tidak ingin seorang pun binasa.

Dia telah menyediakan keselamatan dan hidup yang kekal melalui Yesus Kristus.

Karena itu pertanyaannya bukan:

“Apakah ada dosa dalam hidupku?”

Sebab setiap orang adalah orang berdosa.

Tetapi:

“Apakah ada dosa yang sedang dipelihara dan belum mau diserahkan kepada Tuhan?”

Jangan menunggu sampai dosa itu bertumbuh semakin dalam.

Jangan menunggu sampai hati menjadi keras.

Jangan menunggu sampai kesempatan itu berlalu.

Selagi Tuhan masih memanggil, datanglah kepada-Nya.

Selagi Tuhan masih memberi kesempatan, bertobatlah.

Doa Penutup

Tuhan, sering kali aku datang kepada-Mu membawa penyesalan yang sama. Aku tahu Engkau panjang sabar, aku tahu Engkau penuh kasih, namun aku tidak ingin menyalahgunakan kemurahan-Mu. Lembutkanlah hatiku ketika aku mulai mengeraskan hati terhadap teguran-Mu. Tolong aku meninggalkan dosa, bertobat dengan sungguh-sungguh, dan terus berjalan mendekat kepada-Mu. Terima kasih karena di dalam Yesus Kristus aku masih menemukan pengampunan, kasih karunia, dan harapan. Amin🙏🏻

Bagikan:WhatsApp

Terima devotion via email

Dapatkan renungan harian langsung di inbox kamu setiap paginya.

Daftar Sekarang