I Work for My Lord, Not for My Convenience

"Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan… namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN"
Habakuk 3 : 17-18
Untuk kamu yang sedang khawatir tentang hari esok.
Tentang masa depan yang belum terlihat jelas.
Tentang finansial yang belum membaik.
Tentang usaha yang sedang sepi.
Tentang tanggung jawab yang terasa semakin berat.
Mungkin akhir-akhir ini kamu mulai kehilangan semangat.
Kehilangan drive.
Kehilangan harapan.
Kamu tetap bangun, tetap bekerja, dan tetap menjalani rutinitas seperti biasa. Namun di dalam hati, kamu mulai lelah.
Kamu mulai bertanya,
“Sampai kapan seperti ini?”
Saat hidup terasa berat, kita sering kali terlalu fokus pada apa yang belum kita miliki, apa yang belum berubah, dan apa yang belum terjadi.
Tanpa sadar, kekhawatiran itu menguras tenaga dan sukacita yang Tuhan berikan untuk menjalani hari ini.
Namun hari ini, ingatlah satu hal:
Kita tidak bekerja hanya untuk kenyamanan kita.
Kita bekerja untuk Tuhan.
“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23)
Pekerjaanmu bukan hanya tentang angka.
Bukan hanya tentang omzet.
Bukan hanya tentang hasil yang terlihat hari ini.
Pekerjaanmu juga adalah bentuk kesetiaan kepada Tuhan.
Ketika keadaan belum berubah, tetaplah setia.
Ketika hasil belum terlihat, tetaplah melangkah.
Ketika semangatmu kecil, tetaplah lakukan bagianmu.
Walaupun hari ini kamu hanya bisa maju satu langkah, tetaplah maju. Karena satu langkah kecil dalam ketaatan tetap lebih baik daripada diam dalam ketakutan.
Habakuk pernah berada dalam keadaan yang tidak mudah. Ia melihat ketidakadilan, kehancuran, dan masa depan yang tidak pasti. Bahkan di akhir kitabnya, ia menggambarkan keadaan ekonomi yang sangat buruk:
“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan… namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN.”
(Habakuk 3:17-18)
Habakuk tidak bersukacita karena keadaannya sudah membaik.
Ia bersukacita karena Tuhan tetap Tuhan.
Itulah iman.
Bukan hanya percaya saat semuanya nyaman.
Tetapi tetap percaya saat keadaan belum berubah.
Mungkin hari ini Tuhan sedang mengajar kita untuk mengubah perspektif.
Bukan lagi, “Aku bekerja supaya hidupku nyaman.”Tetapi, “Aku bekerja karena Tuhan mempercayakan tanggung jawab ini kepadaku.”
Bukan lagi, “Aku akan semangat kalau hasilnya terlihat.” Tetapi, “Aku akan setia karena aku bekerja untuk Tuhan.”
I work for my Lord, not for my convenience.
Jangan biarkan kekhawatiran mencuri semangatmu untuk melangkah.
Jangan biarkan ketakutan mencuri ketaatanmu.
Bangun.
Datang.
Kerjakan bagianmu.
Satu langkah demi satu langkah.
Hasil akhirnya tetap di tangan Tuhan, tetapi kesetiaan hari ini adalah bagian yang bisa kamu persembahkan kepada-Nya.
Doa Penutup
Tuhan, ampuni aku jika selama ini aku terlalu dikuasai oleh kekhawatiran. Aku sering melihat keadaan sampai lupa bahwa pekerjaanku juga adalah bentuk kesetiaanku kepada-Mu. Tolong ubah perspektifku. Ajar aku untuk bekerja bukan demi kenyamanan, tetapi karena aku mengasihi-Mu dan ingin setia dalam hal yang Engkau percayakan. Berikan aku kekuatan untuk tetap melangkah, sekalipun hanya satu langkah hari ini. Aku menyerahkan hasilnya ke dalam tangan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin🙏🏻
