Harapan di Tengah Pergumulan Melawan Dosa

"Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat."
Roma 7 : 19
“Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.”
( Roma 7:19 )
Mungkin sebagian dari kita pernah mengalami pergumulan seperti yang dialami Rasul Paulus.
Kita tahu apa yang benar.
Kita tahu apa yang salah.
Bahkan sebelum melakukannya, hati nurani kita sudah mengingatkan bahwa jalan itu tidak berkenan kepada Tuhan.
Namun tetap saja kita jatuh.
Bukan karena kita tidak tahu. Justru kita melakukannya sambil sadar bahwa itu salah.
Paulus memahami pergumulan ini. Ia mengakui bahwa sebagai manusia, ia memiliki keinginan untuk melakukan yang baik, tetapi sering kali gagal melakukannya. Ada peperangan antara keinginan untuk taat kepada Tuhan dan keinginan daging yang menariknya ke arah yang berlawanan.
Karena itu Paulus berseru,
“Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?”
(Roma 7:24)
Tetapi syukurlah, Roma tidak berhenti di pasal 7.
Setelah menjelaskan pergumulan manusia terhadap dosa, Paulus memberikan pengharapan yang besar,
“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”
(Roma 8:1)
Ini bukan berarti orang percaya bebas hidup dalam dosa. Sebaliknya, keselamatan di dalam Kristus memberi kita kekuatan untuk terus bangkit dan melawan dosa.
Paulus berkata, “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.” ( Roma 8:13 )
Orang percaya bukanlah orang yang tidak pernah jatuh. Orang percaya adalah orang yang tidak berhenti kembali kepada Tuhan ketika ia jatuh.
Ia tidak berdamai dengan dosanya.
Ia tidak membenarkan dosanya.
Ia terus bertobat, terus belajar taat, dan terus meminta pertolongan Roh Kudus untuk hidup sesuai kehendak Allah.
Karena itu, jika hari ini engkau sedang bergumul melawan dosa, jangan putus asa. Jangan menyerah hanya karena engkau pernah gagal.
Datanglah kembali kepada Tuhan.
Akui kelemahanmu.
Minta kekuatan dari Roh Kudus.
Dan percayalah bahwa Tuhan yang memulai pekerjaan yang baik di dalam hidupmu akan terus membentukmu menjadi semakin serupa dengan Kristus.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, aku mengakui bahwa aku sering kali lemah dan jatuh dalam dosa. Terima kasih karena kasih karunia-Mu tidak meninggalkanku. Tolong aku melalui Roh Kudus-Mu untuk terus bangkit, bertobat, dan hidup sesuai kehendak-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin🙏🏻
