Diberkati Saat Krisis - Belajar dari Ishak

"Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN."
Kejadian 26 : 12
Dunia sedang dipenuhi oleh ketidakpastian. Berita tentang perlambatan ekonomi, PHK, perang, dan ancaman krisis terdengar hampir setiap hari. Banyak orang mulai khawatir tentang pekerjaan, usaha, tabungan, bahkan masa depan keluarga mereka.
Di saat seperti ini, mudah bagi kita untuk mencari rasa aman pada hal-hal yang terlihat pasti menurut dunia. Namun sebagai orang percaya, kita diingatkan bahwa pemeliharaan Tuhan tidak bergantung pada keadaan sekitar.
Kisah Ishak dalam Kejadian 26 mengajarkan hal tersebut.
Kejadian 26 dimulai dengan sebuah kelaparan yang melanda negeri itu. Secara manusiawi, keputusan terbaik bagi Ishak adalah pergi ke Mesir. Pada masa itu Mesir memiliki Sungai Nil yang menjadi sumber kehidupan bagi negeri tersebut. Ketika daerah-daerah lain mengalami kekeringan, Mesir tetap memiliki persediaan air untuk pertanian dan kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, Mesir sering menjadi tempat perlindungan ketika terjadi kelaparan. Dari sudut pandang manusia, pergi ke Mesir adalah pilihan yang masuk akal.
Namun Tuhan berkata kepada Ishak,
“Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.”
( Kejadian 26:2 )
Perintah itu tentu tidak mudah dipahami.
Mengapa tetap tinggal di daerah yang sedang mengalami kelaparan?
Mengapa tidak pergi ke tempat yang terlihat lebih aman?
Tetapi Ishak memilih untuk mempercayai Tuhan.
Percaya dan Taat.
Terkadang Tuhan memimpin kita melalui jalan yang tidak selalu sesuai dengan logika manusia.
Kita ingin kepastian.
Kita ingin melihat hasil terlebih dahulu.
Kita ingin mengetahui bagaimana semuanya akan berakhir.
Namun sering kali Tuhan meminta kita untuk percaya terlebih dahulu.
Demikianlah yang dilakukan Ishak. Ia tetap tinggal di negeri yang Tuhan tunjukkan meskipun keadaan di sekelilingnya tidak terlihat menjanjikan. Ia memilih taat terlebih dahulu. Di tengah ketaatan itu, Tuhan menunjukkan pemeliharaan-Nya.
“Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.”
( Kejadian 26:12 )
Pemeliharaan Tuhan Tidak Dibatasi Keadaan
Perhatikan bahwa Tuhan tidak memindahkan Ishak ke tempat yang lebih subur. Tuhan memberkati Ishak justru di tengah daerah yang sedang mengalami kelaparan. Tuhan menunjukkan bahwa sumber berkat bukanlah keadaan yang baik, melainkan Tuhan sendiri.
Dunia mungkin melihat keterbatasan.
Manusia mungkin melihat kesulitan.
Tetapi Tuhan sanggup menyediakan bahkan di tempat yang dianggap tidak menjanjikan.
Kisah Ishak mengingatkan kita bahwa pemeliharaan Tuhan tidak dibatasi oleh kondisi ekonomi, keadaan dunia, atau situasi yang sedang terjadi. Ketika Tuhan berkehendak memelihara umat-Nya, tidak ada keadaan yang dapat menghalangi-Nya.
Belajar Mempercayai Tuhan
Mungkin saat ini ada hal yang sedang membuatmu khawatir.
Masa depan terasa tidak pasti.
Usaha sedang sepi.
Pekerjaan terasa tidak aman.
Atau mungkin Tuhan sedang memintamu melangkah ke arah yang berbeda dari apa yang menurutmu paling masuk akal.
Belajarlah dari Ishak.
Ia tidak diberkati karena memilih tempat yang paling menjanjikan.
Ia diberkati karena memilih untuk taat kepada Tuhan.
Ketaatan tidak selalu membuat kita langsung mengerti rencana Tuhan. Namun ketaatan menempatkan kita di dalam kehendak-Nya. Dan tidak ada tempat yang lebih aman daripada berada di dalam pemeliharaan Tuhan.
Renungan
Apakah aku lebih mengandalkan logikaku sendiri, ataukah aku tetap mau mempercayai Tuhan ketika jalan-Nya terlihat berbeda dari yang kuharapkan?
Doa Penutup
Tuhan Yesus, ajarku untuk mempercayai-Mu di tengah ketidakpastian hidup. Ketika aku tidak dapat melihat masa depan dengan jelas, mampukan aku tetap berjalan dalam ketaatan. Tolong aku untuk tidak hanya mengandalkan pengertianku sendiri, tetapi belajar mempercayai pemeliharaan-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin🙏🏻
