Belajar dari Ratu Esther — Part 2 — Keberanian, Iman, dan Hati untuk Melayani

"Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu"
Ester 4:14
Esther tidak memakai mahkotanya untuk dilayani, tetapi untuk melayani
Sering kali orang melihat Ratu Esther hanya sebagai seorang wanita yang beruntung menjadi ratu.
Padahal yang membuat Esther luar biasa bukan mahkotanya.
Tetapi hatinya.
Dia memiliki keberanian.
Ketika bangsanya berada dalam bahaya, Esther mengambil risiko menghadap raja tanpa dipanggil. Padahal hukum saat itu sangat berat: siapa pun yang datang tanpa dipanggil dapat dihukum mati jika raja tidak mengulurkan tongkat emasnya.
Sebelum itu Esther berkata:
“Kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”
(Ester 4:16)
Itu bukan sekadar nekat.
Itu iman.
Esther dan bangsa Yahudi bahkan berpuasa tiga hari sebelum ia melangkah.
Dia tidak tahu apa hasil akhirnya.
Dia tidak tahu apakah raja akan menerima atau menolaknya.
Tetapi dia tetap melangkah dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.
Karena iman tidak selalu berarti mengetahui apa yang akan terjadi.
Kadang iman adalah tetap melangkah meskipun belum melihat hasilnya, lalu menyerahkan akhirnya kepada Tuhan.
Dan ada hal lain yang sering terlewat.
Saat Esther menjadi ratu, ia bahkan belum memberitahukan bahwa dirinya seorang Yahudi.
“Ester tidak memberitahukan kebangsaan dan asal usulnya, seperti diperintahkan Mordekhai kepadanya.”
(Ester 2:10)
Dia bisa saja tetap diam.
Dia bisa saja terus menyembunyikan identitasnya dan menikmati hidupnya sebagai ratu.
Dia punya kedudukan.
Dia punya kenyamanan.
Dia punya segalanya.
Tetapi Esther memilih mempertaruhkan kenyamanannya demi menyelamatkan bangsanya.
Dia tidak memakai mahkotanya untuk dilayani.
Dia memakainya untuk melayani.
Mungkin Tuhan tidak menempatkanmu di tempatmu sekarang hanya untuk hidup nyaman.
Mungkin Tuhan menaruhmu di sana untuk menjadi jawaban bagi seseorang.
“Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”
(Ester 4:14)
Doa Penutup
Tuhan Yesus, ajarkan kami memiliki hati seperti Esther. Berikan kami keberanian untuk melangkah dalam iman, bahkan ketika kami belum mengetahui hasil akhirnya. Tolong kami untuk tidak hanya mencari kenyamanan, tetapi juga memiliki hati untuk melayani dan menjadi berkat bagi orang lain. Jika Engkau menempatkan kami di suatu tempat, biarlah kami peka melihat tujuan-Mu di sana. Dan ajari kami untuk menyerahkan segala hasilnya ke dalam tangan-Mu, karena kami percaya rencana-Mu selalu lebih baik. Dalam nama Yesus, Amin 🙏🏻
