Ruang Sela Logo
Ruang SelaDaily Devotion
iman • pertumbuhan-rohani16 Juni 20263 menit baca 21

Baik menurut siapa?

Baik menurut siapa?

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah"

Efesus 2 : 8-9

Banyak orang berkata,

“Yang penting jadi orang baik.”

Sekilas terdengar benar.

Tetapi masalahnya adalah, “siapa yang menentukan standar baik itu?”

Seseorang bisa dianggap baik karena suka membantu orang lain. Tetapi mungkin orang yang sama sulit menghormati orang tuanya.

Ada yang dikenal murah hati kepada teman-temannya, tetapi tidak peduli kepada keluarganya sendiri.

Ada yang terlihat sopan di depan banyak orang, tetapi berbeda ketika tidak ada yang melihat. Karena itu “baik” sering kali menjadi sesuatu yang relatif.

Apa yang dianggap baik oleh satu orang belum tentu dianggap baik oleh orang lain.

Bahkan standar kita tentang kebaikan bisa berubah-ubah tergantung sudut pandang dan kepentingan masing-masing.

Namun Alkitab memberikan penilaian yang berbeda.

“Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.”

(Roma 3:10)

“Sebab semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”


(Roma 3:23)

Di hadapan manusia, mungkin kita bisa terlihat lebih baik dibanding orang lain. Tetapi di hadapan Allah yang kudus, semua manusia adalah orang berdosa yang membutuhkan keselamatan. Karena itu kekristenan tidak mengajarkan bahwa seseorang diselamatkan karena cukup baik.

Sebab jika keselamatan bisa diperoleh melalui kebaikan manusia, berapa banyak kebaikan yang dianggap cukup?

Tidak ada seorang pun yang dapat menjawabnya.

Alkitab mengajarkan bahwa keselamatan adalah anugerah.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.”
(Efesus 2:8-9)

Keselamatan diberikan oleh Allah melalui Yesus Kristus. Bukan karena kita berhasil mengumpulkan cukup banyak perbuatan baik. Bukan karena kita lebih baik daripada orang lain. Melainkan karena Kristus telah mati dan bangkit untuk menebus dosa kita.

Tetapi bukan berarti perbuatan baik tidak penting. Justru ketika seseorang sungguh menerima Kristus, Tuhan mulai mengubahkan hidupnya dari dalam.

Alkitab berkata,

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya.”
(Efesus 2:10)

Artinya, perbuatan baik bukanlah syarat untuk memperoleh keselamatan.

Perbuatan baik adalah buah dari keselamatan yang telah diterima.

Seseorang tidak berbuat baik supaya diselamatkan. Sebaliknya, ia berbuat baik karena Tuhan telah lebih dahulu menyelamatkannya.

Tuhan bukan hanya mengampuni dosa manusia.

Tuhan juga memberikan hati yang baru dan Roh-Nya kepada orang yang percaya kepada-Nya.

Karena itu kehidupan orang percaya seharusnya mulai menghasilkan buah.

Paulus menyebutnya sebagai buah Roh,

“Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.”
(Galatia 5:22-23)

Buah-buah ini bukanlah cara untuk membeli keselamatan.

Buah-buah ini adalah tanda bahwa Roh Kudus sedang bekerja dalam hidup seseorang.

Karena itu menerima Yesus bukan sekadar mengakui bahwa Dia ada. Bukan sekadar datang ke gereja. Bukan sekadar mengetahui banyak ayat Alkitab.

Tuhan mengundang kita untuk hidup dalam hubungan dengan-Nya.

Mengenal-Nya.

Mengasihi-Nya.

Menaati-Nya.

Dan ketika kita tinggal di dalam Kristus, hidup kita perlahan diubahkan menjadi semakin serupa dengan Dia.

Karena tujuan Injil bukan hanya membuat manusia menjadi lebih baik.

Tujuan Injil adalah memulihkan hubungan manusia dengan Allah.

Mungkin hari ini pertanyaannya bukan:

“Apakah aku orang yang cukup baik?”

Tetapi,

“Apakah aku sungguh mengenal Tuhan dan hidup dalam hubungan dengan-Nya?”

Karena seseorang tidak diselamatkan oleh kebaikannya. Kita diselamatkan oleh anugerah Allah yang diterima melalui iman kepada Yesus Kristus. Dan anugerah itu akan menghasilkan kehidupan yang berbuah bagi kemuliaan-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, Terima kasih atas kasih karunia dan keselamatan yang Engkau berikan kepadaku. Tolong aku untuk tidak mengandalkan kebaikanku sendiri, tetapi percaya kepada-Mu dan karya-Mu di kayu salib. Ubahlah hatiku agar semakin mengenal-Mu dan bertumbuh menjadi semakin serupa dengan-Mu setiap hari. Di dalam nama Tuhan Yesus, Amin🙏🏻

Bagikan:WhatsApp

Terima devotion via email

Dapatkan renungan harian langsung di inbox kamu setiap paginya.

Daftar Sekarang