Apakah Tuhan Tidak Adil? Ketika Orang yang Tidak Hidup Benar Terlihat Lebih Berhasil

"Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh."
Habakuk 2 : 3
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul ketika melihat dunia di sekitar kita adalah:
“Jika Tuhan adil, mengapa orang yang hidup jauh dari Tuhan justru terlihat berhasil?”
Ada orang yang menipu, berlaku tidak jujur, memanfaatkan orang lain, bahkan melakukan kejahatan, tetapi bisnisnya berkembang, hartanya bertambah, dan hidupnya terlihat baik-baik saja.
Sementara itu, ada orang yang berusaha hidup benar, tetapi justru menghadapi banyak pergumulan.
Lalu kita mulai bertanya
“Apakah Tuhan tidak melihat?”
“Apakah Tuhan tidak adil?”
Pertanyaan seperti ini sebenarnya juga pernah muncul dalam sejarah bangsa Israel.
Ketika Babel Terlihat Menang
Karena dosa dan pemberontakan bangsa Israel yang terus-menerus, Tuhan mengizinkan Kerajaan Babel menyerang Yerusalem.
Babel bukan bangsa yang takut akan Tuhan. Sebaliknya, mereka dikenal karena kesombongan, kekerasan, dan penyembahan berhala. Namun justru bangsa itulah yang dipakai Tuhan untuk menghukum Israel.
Yerusalem dihancurkan.
Bait Allah dirusak.
Banyak orang Israel dibawa ke pembuangan.
Dari sudut pandang manusia, Babel terlihat menang. Mereka menjadi kerajaan terbesar dan terkuat di dunia saat itu.
Jika kita hidup pada masa itu, mungkin kita juga akan bertanya
“Mengapa Tuhan membiarkan bangsa yang lebih jahat menang?”
Namun Alkitab menunjukkan bahwa kemenangan Babel bukan berarti Tuhan menyetujui kejahatan mereka. Tuhan hanya memakai mereka sementara dalam rencana-Nya.
Tuhan Tidak Menutup Mata terhadap Dosa
Melalui nabi Habakuk, kita melihat pergumulan yang serupa.
Habakuk mempertanyakan mengapa Tuhan memakai bangsa Babel yang jahat.
Dan Tuhan menjawab bahwa Babel pun akan dihakimi.
“Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.” (Habakuk 2:4)
Lalu Tuhan mengucapkan serangkaian “celaka” kepada Babel karena kesombongan, kekerasan, dan ketidakadilan mereka.
“Celakalah orang yang mengumpulkan apa yang bukan miliknya!” (Habakuk 2:6)
“Celakalah orang yang mendirikan kota di atas darah dan meletakkan dasar benteng di atas ketidakadilan!” (Habakuk 2:12)
Dengan kata lain, Tuhan melihat semuanya. Tidak ada kejahatan yang luput dari perhatian-Nya. Tuhan ingin kita percaya pada-Nya sekalipun kita belum melihat keadilan itu. Karena waktu Tuhan berbeda.
Kesuksesan Sementara Bukan Persetujuan Tuhan
Sering kali kita mengira bahwa karena seseorang berhasil, maka Tuhan pasti berkenan atas hidupnya. Padahal Alkitab menunjukkan bahwa hal itu tidak selalu benar. Babel adalah contohnya.
Mereka berhasil.
Mereka menang perang.
Mereka menjadi kerajaan terbesar.
Tetapi keberhasilan mereka bukan tanda bahwa Tuhan menyetujui segala yang mereka lakukan.
Terkadang Tuhan mengizinkan sesuatu terjadi untuk sementara waktu sesuai dengan rencana-Nya. Namun itu tidak berarti Tuhan membenarkan dosa yang dilakukan.
Akhir Babel
Pada masa Raja Belsyazar, kesombongan Babel mencapai puncaknya. Mereka bahkan memakai perkakas suci dari Bait Allah untuk pesta dan memuliakan berhala.
Pada malam itu juga Tuhan menyatakan penghakiman-Nya.
“MENE, MENE, TEKEL UFARSIN.” (Daniel 5:25)
Artinya, “Allah telah menghitung kerajaan tuanku dan mengakhiri kekuasaannya.” (Daniel 5:26)
Malam itu juga Babel jatuh ke tangan bangsa Media dan Persia. “Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu.” (Daniel 5:30)
Kerajaan yang terlihat tidak terkalahkan akhirnya runtuh.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
Ketika melihat orang fasik terlihat kaya dan berhasil, kita sering hanya melihat satu bagian kecil dari cerita.
Kita melihat keadaan hari ini.
Tetapi Tuhan melihat keseluruhan cerita.
Kemenangan Babel terlihat besar.
Namun ternyata hanya sementara.
Tuhan tetap memegang kendali atas sejarah.
Tuhan tetap adil.
Dan Tuhan tetap menghakimi dosa pada waktu-Nya.
Karena itu, jangan terburu-buru iri ketika melihat keberhasilan yang dibangun di atas ketidakjujuran atau kejahatan.
Jangan mengukur berkat hanya dari uang, jabatan, atau pencapaian yang terlihat.
Yang terlihat berhasil hari ini belum tentu mendapat persetujuan Tuhan. Dan yang sedang mengalami proses hari ini belum tentu ditinggalkan Tuhan.
Penutup
Mungkin hari ini ada hal yang membuatmu bertanya,
“Tuhan, mengapa orang yang tidak hidup benar justru terlihat lebih berhasil?”
Ingatlah kisah Babel.
Tuhan tidak menutup mata terhadap dosa.
Tuhan tidak kehilangan kendali.
Dan Tuhan tidak pernah gagal menegakkan keadilan-Nya. Mungkin tidak selalu secepat yang kita inginkan. Tetapi selalu tepat pada waktu-Nya.
“Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.” (Habakuk 2:3)
Doa Penutup
Tuhan, tolong kami untuk tidak iri melihat keberhasilan orang yang hidup jauh dari-Mu. Ajar kami untuk percaya bahwa Engkau tetap memegang kendali dan bahwa keadilan-Mu tidak pernah gagal. Bentuklah hati kami agar tetap setia berjalan bersama-Mu, sekalipun kami belum melihat jawabannya hari ini. Dalam nama Tuhan Yesus, amin. 🙏🏻
